Dewan Pengawas
Dewan Pengawas BPDP bertugas mengawasi pengelolaan dana perkebunan agar berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai peraturan. Dewan Pengawas berwenang meminta laporan, memeriksa dokumen, dan memberikan rekomendasi kepada Menteri Keuangan. Anggotanya berasal dari unsur pemerintah dan diangkat oleh Menteri Keuangan.
Berikut susunan keanggotaan Dewan Pengawas pada BPDP berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor S-76/MK/PB/2025 tanggal 5 November 2025 tentang Pembentukan Dewan Pengawas pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang ditetapkan sejak 31 Desember 2025.

Dida Gardera
Ketua
Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Dida Gardera memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang pengelolaan kebijakan pangan, agribisnis, dan lingkungan. Ia saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis serta Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Gardera pernah menjadi Asisten Deputi untuk berbagai bidang strategis, termasuk Badan Usaha Milik Negara, riset, inovasi agro, farmasi, pariwisata, serta pelestarian lingkungan hidup. Pendidikan formal Gardera mencakup S1 Teknik Lingkungan dari ITB dan MSc Social Policy and Planning in Developing Countries dari LSE, London. Ia juga menempuh berbagai pelatihan kepemimpinan dan manajemen lingkungan, serta aktif sebagai narasumber di forum internasional, termasuk World Bank, UNFCCC, dan Global Green Growth Institute. Prestasinya mencakup kontributor buku “State and Trends of Carbon Pricing 2020” serta peran dalam berbagai program pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau di Indonesia.

Djaka Budhi Utama
Anggota
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan
Djaka Budhi Utama adalah pejabat senior Kementerian Keuangan dengan karir panjang di TNI sebelum menjabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia memiliki pengalaman strategis di bidang intelijen, koordinasi politik, dan kepemimpinan operasional. Sebelumnya ia menjabat berbagai posisi militer termasuk Asintel Panglima TNI, Inspektur Jenderal Kemhan, dan Deputi di Kemenko Polhukam. Pendidikan formalnya mencakup S1 Sarjana Sosial (2012), serta pendidikan militer dan kepemimpinan strategis di AKMIL, SESKOAD, SESKO TNI, dan LEMHANAS. Djaka Budhi Utama dikenal karena kepemimpinannya yang tegas dan integritas dalam pengelolaan bea dan cukai serta penguatan tata kelola internal.

Eniya Listiani Dewi
Anggota
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi
Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi adalah akademisi dan pejabat senior dengan pengalaman luas dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, bioteknologi, serta manajemen teknologi energi. Ia menempuh pendidikan S1, S2, dan S3 Applied Chemistry di Waseda University, Tokyo, Jepang, dengan spesialisasi dalam Polymer Engineering, Industrial Chemistry, dan Nano-Catalyst/Fuel Cell. Ia juga menempuh S1 Teknik Arsitektur di Universitas Gadjah Mada serta program Diploma Bahasa Jepang dan Ilmu Alam di Tokyo. Kariernya meliputi berbagai jabatan strategis di BPPT dan BRIN, termasuk Direktur Pusat Teknologi Material, Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, serta Peneliti Ahli Utama/Profesor Riset. Saat ini, ia dipercaya memimpin Ditjen EBTKE sejak Maret 2024. Selain itu, Eniya aktif dalam berbagai organisasi ilmiah dan profesional internasional, seperti International Association for Hydrogen Energy (IAHE), Material Research Society Indonesia, dan Perhimpunan Polimer Indonesia. Ia juga berkontribusi dalam pengembangan kebijakan nasional energi, biofuel, mobil listrik, dan pengembangan teknologi energi berbasis hydrogen dan fuel cell. Eniya telah menerima banyak penghargaan bergengsi, termasuk General Electric Inspiring Woman in STEM Award (2019), BJ Habibie Technology Award (2018), Satyalancana Wira Karya (2016), Soegeng Sarjadi Award Ilmuwan Berprestasi (2014), dan berbagai penghargaan internasional terkait inovasi energi dan teknologi polymer/fuel cell. Ia juga inventor sejumlah paten inovasi fuel cell dan bio-hydrogen, serta penulis dan editor banyak buku ilmiah dan publikasi internasional.

Abdul Roni Angkat
Anggota
Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Perkebunan
Abdul Roni Angkat adalah profesional pertanian dengan latar belakang pendidikan lengkap dari Institut Pertanian Bogor (IPB), menempuh S1 Teknik Pertanian, S2 Teknik Mesin Pertanian dan Pangan, serta S3 Ilmu Keteknikan Pertanian. Kariernya berfokus pada pendidikan dan penelitian pertanian, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian. Ia pernah menjabat sebagai Widyaiswara Pertama dan Muda, Kepala Subbidang Kerja Sama dan Tugas Belajar, Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, dan Direktur Serealia. Sejak 9 Juli 2025, Abdul Roni dipercaya memimpin sebagai Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, memfokuskan kebijakan pada hilirisasi produk perkebunan, ketahanan petani, dan peningkatan nilai tambah produk strategis. Selain pengalaman birokrasi dan penelitian, Abdul Roni juga mengembangkan beberapa inovasi dan sistem manajemen pertanian, termasuk sistem rekomendasi pemupukan kelapa sawit, sistem evaluasi pasca pelatihan SIMEPP, serta optimalisasi produksi tanaman dengan teknologi IoT.

Tommy Andana
Anggota
Direktur Tertib Niaga, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan
Tommy Andana adalah pejabat senior Kementerian Perdagangan yang memegang berbagai posisi strategis sejak menjadi CPNS pada tahun 2000. Saat ini menjabat sebagai Direktur Tertib Niaga. Ia memiliki pengalaman luas di bidang administrasi publik, pengawasan, dan audit kepatuhan. Sebelumnya, Andana juga menjabat Plt. Kepala Bappebti dan Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, serta pernah menjadi staf ahli bidang Iklim Usaha dan Pengamanan Pasar. Andana menempuh pendidikan di STPMD “APMD” Yogyakarta (S1 Ilmu Pemerintahan) dan STIA LAN Jakarta (S2 Administrasi Publik). Ia telah mengikuti berbagai diklat kepemimpinan, audit, dan manajemen pengadaan barang/jasa pemerintah, termasuk Diklatpim Tingkat III dan IV, serta pelatihan fraud auditing. Andana menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun dari Presiden RI sebagai pengakuan atas dedikasi dan integritasnya dalam pelayanan publik.

Putu Juli Ardika
Anggota
Direktur Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian RI
Putu Juli Ardika adalah Pegawai Negeri Sipil berpengalaman lebih dari tiga dekade di sektor industri dan kebijakan publik. Ia saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Agro, setelah sebelumnya pernah memegang posisi Plt. Direktur Jenderal Industri Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, serta Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian. Ardika memiliki pengalaman diplomasi ekonomi sebagai Atase Perindustrian di Kedutaan Besar RI, Brussels, dan Direktur Akses Pasar Industri Internasional. Dalam karirnya, ia dikenal karena pengembangan SIMIRAH dan SIPROSATU, sistem informasi berbasis digital untuk transaksi minyak goreng dan produk sawit, serta pengelolaan kebijakan pembayaran selisih kurang harga minyak goreng curah untuk rakyat dan UMK. Sebelumnya, sebagai Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, ia memimpin pengembangan kendaraan pedesaan AMMDes dan investasi New Energy Vehicle (NEV) melalui harmonisasi pajak barang mewah. Ardika telah dianugerahi Satyalancana Wira Karya dan Satyalancana Karya Satya atas prestasi luar biasa dalam pengembangan industri nasional dan pelayanan publik.

Evita H. Legowo
Anggota
Profesional
Evita H. Legowo adalah pakar energi dengan pendidikan S1 Sarjana Kimia dari ITB (1974) dan gelar Doktor di bidang Ilmu Teknik dari Technical University of Clausthal, Jerman (1991). Rekam jejak kariernya panjang di sektor energi, ia pernah menjabat Kepala Puslitbang LEMIGAS (2002–2006), Staf Ahli Menteri ESDM bidang SDM dan Teknologi (2006–2008), dan menjabat sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (2008–2012). Selain birokrasi, Evita juga berperan di dunia usaha dan organisasi profesional, termasuk Anggota Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) 2010–2013 dan anggota Supervisory Board Indonesian Petroleum Association 2016–2019. Berbekal pengalaman ini, ia memiliki keahlian kuat dalam jaringan kerja sama energi nasional dan internasional.

Mohamad Hadi Sugeng Wahyudiono
Anggota
Sekretaris Jenderal GAPKI
Mohamad Hadi Sugeng Wahyudiono adalah profesional berpengalaman di sektor agribisnis dan kelapa sawit dengan fokus pada keberlanjutan dan pengelolaan agronomi. Ia menempuh pendidikan Sarjana (S1) Ilmu Tanah di Fakultas Pertanian, Universitas Jember. Karier profesional Hadi Sugeng Wahyudiono dimulai sebagai staff operasional di beberapa anak perusahaan PT AAL (1994–2001) dan kemudian menjabat sebagai Manager Operasional (2001–2008) serta General Manager Operasional (2008–2017) di anak perusahaan PT AAL di wilayah Kalteng, Riau, Kaltim, Jambi, dan Aceh. Sejak April 2017, ia menjabat sebagai Direktur Agronomy, Research & Sustainability, dan sejak April 2025 juga berperan sebagai Advisor/Komisaris PT AAL. Selain pengalaman korporasi, Hadi Sugeng Wahyudiono aktif dalam asosiasi industri, termasuk sebagai Sekretaris Jenderal GAPKI Pusat (2023–2028), Ketua Bidang ISPO GAPKI Pusat (2019–2023), dan anggota Kompartemen Implementasi ISPO GAPKI Pusat (2017–2019). Keahliannya mencakup manajemen agronomi, riset keberlanjutan, dan pengembangan praktik agribisnis yang berkelanjutan, menjadikannya sosok strategis dalam pengelolaan kelapa sawit nasional.

Taufik Mappaenre
Anggota
Ahli Hukum dan Audit (Tim Asistensi Menko Bidang Perekonomian)
Taufik Mappaenre adalah profesional hukum dengan pendidikan Sarjana Hukum dari Universitas Trisakti, LL.M dari Harvard Law School, dan Juridical Doctor dari Leiden University. Ia memiliki rekam jejak panjang di sektor publik dan swasta, mengemban berbagai posisi strategis mulai dari Kepala Bagian di Setkab/Setneg, Deputi Ketua BPPN, hingga staf khusus dan tenaga ahli hukum di berbagai kementerian seperti Kementerian Perumahan Rakyat, Kemenparekraf, dan Kementerian Perindustrian. Sejak 2018, Taufik juga memperkuat Tim Asistensi Menko Perekonomian RI. Di sektor swasta, kariernya membentang dari industri korporat hingga firma hukum. Saat ini, ia aktif sebagai Partner di MRP Law Office, pendiri sekaligus Managing Partner TMP Legal Consultant, serta pendiri platform digital MyKonsul Marketplace.